Andai Kan Semua Masalah Hidup ada SOFTWARENYA, Pasti Semua Akan Indah
Kamis, 04 Agustus 2011
Sosio Visi Ambisi
Tulisan ini mewakili pribadi diyakini mewakili semua orang yang sekarakter, orang-orang yang luka dalam pencapaian visi, tatacara berkehidupan, Setting Ritme cita-cita. Aku adalah penokohan, Aku Adalah Pinjam Istilah, Aku adalah satu kata yang mempunyai satu makna.
Dibekali ambisi dan pemikiran yang kuanggap gemilang menurut subjektifku, aku mempunyai keinginan keras untuk pencapaian kegemilanggan dalam hal-ikhwal perekonomian, ide-ide hebat setiap detik mengalir deras disetiap tempat dan suasana baru timbul secara spontan fantasi-fantasi tentang usaha, tentang penguasaan tentang monopoli, Aku adalah manusia yang sangat ambisius, saat aku berusia17 tahun aku berambisi untuk mengaplingi bukit barisan yang akan ku sertifikasi atas nama ku, bermodalkan selembar kertas sudah ku sket great planning penguasaan pundi-pundi penguasaan terhadap lahan, berawal dari 5 hektare kebun akan kukuasai sepanjang bukit barisan di lintang dalam waktu lima tahun. Pada Saat Yang bersamaan aku mulai belajar analisa proses distribusi dan produksi, mempelajari geliat distribusi yang merugikan Pemain kecil, aku mulai memahami sket-sket feodalisme, dan bahwa kita berada di kasta yang sangat rendah,
Sekarang aku bukan apa-apa aku seekor mahluk yang menyedihkan, yang bahkan hanya punya ide satu bulan sekali, bahkan satu tahun sekali acap terhenti pada kebinggunggan akan cita-cita dan tujuan hidup, mahluk hampa tanpa kegairahan optimisme yang meledak-ledak, dulu aku sangat yakin mampu mengkondisikan, mengkoordinir, sangat percaya diri, punya daya pukau, soratan mata yang tajam, seekor manusia yang punya sejuta ide hebat namun tak pernah tereaslisasi anda tau jadi apa ?, jadi sewujud mahluk yang hampir gila, yang tak mampu berpikir keras yang tak mampu mengatur diri sekedar untuk bangun pagi
Tuhan Pintaku di bulan suci ini kembalikan ide-ide gila, gerakan-gerakan penuh optimisme, daya pukau yang hebat sorot mata yang tajam dan kemampuan meyakinkan orang lain, dan yang paling penting yang sangat aku butuhkan adalah keberuntunggan. Tuhan hamba tak seharusnya begini, Hamba tak mau begini dalam hidup yang cuman sekali, Hamba ingin membuat sejarah bukan bagian dari sejarah.
Aku tak mau hanya menjadi sekedar penonton, aku tak mau cuman bisa bicara, aku ingin berbuat Ya Rabb Tolong aku, Kembalikan aku pada visi kenapa aku harus turun ke bumi, aku tidak mau terkontaminasi, aku tak mau menjadi pemalas begini, izinkan aku melesat jauh ke angkasa
Miracle adalah kata kunci, yang aku butuhkan adalah keajaiban untuk melesat bukan hanya sekedar melompat,
Be continue
Dibekali ambisi dan pemikiran yang kuanggap gemilang menurut subjektifku, aku mempunyai keinginan keras untuk pencapaian kegemilanggan dalam hal-ikhwal perekonomian, ide-ide hebat setiap detik mengalir deras disetiap tempat dan suasana baru timbul secara spontan fantasi-fantasi tentang usaha, tentang penguasaan tentang monopoli, Aku adalah manusia yang sangat ambisius, saat aku berusia17 tahun aku berambisi untuk mengaplingi bukit barisan yang akan ku sertifikasi atas nama ku, bermodalkan selembar kertas sudah ku sket great planning penguasaan pundi-pundi penguasaan terhadap lahan, berawal dari 5 hektare kebun akan kukuasai sepanjang bukit barisan di lintang dalam waktu lima tahun. Pada Saat Yang bersamaan aku mulai belajar analisa proses distribusi dan produksi, mempelajari geliat distribusi yang merugikan Pemain kecil, aku mulai memahami sket-sket feodalisme, dan bahwa kita berada di kasta yang sangat rendah,
Sekarang aku bukan apa-apa aku seekor mahluk yang menyedihkan, yang bahkan hanya punya ide satu bulan sekali, bahkan satu tahun sekali acap terhenti pada kebinggunggan akan cita-cita dan tujuan hidup, mahluk hampa tanpa kegairahan optimisme yang meledak-ledak, dulu aku sangat yakin mampu mengkondisikan, mengkoordinir, sangat percaya diri, punya daya pukau, soratan mata yang tajam, seekor manusia yang punya sejuta ide hebat namun tak pernah tereaslisasi anda tau jadi apa ?, jadi sewujud mahluk yang hampir gila, yang tak mampu berpikir keras yang tak mampu mengatur diri sekedar untuk bangun pagi
Tuhan Pintaku di bulan suci ini kembalikan ide-ide gila, gerakan-gerakan penuh optimisme, daya pukau yang hebat sorot mata yang tajam dan kemampuan meyakinkan orang lain, dan yang paling penting yang sangat aku butuhkan adalah keberuntunggan. Tuhan hamba tak seharusnya begini, Hamba tak mau begini dalam hidup yang cuman sekali, Hamba ingin membuat sejarah bukan bagian dari sejarah.
Aku tak mau hanya menjadi sekedar penonton, aku tak mau cuman bisa bicara, aku ingin berbuat Ya Rabb Tolong aku, Kembalikan aku pada visi kenapa aku harus turun ke bumi, aku tidak mau terkontaminasi, aku tak mau menjadi pemalas begini, izinkan aku melesat jauh ke angkasa
Miracle adalah kata kunci, yang aku butuhkan adalah keajaiban untuk melesat bukan hanya sekedar melompat,
Be continue
Jumat, 22 Juli 2011
Perjalan Mendobrak Kelas.
Iringan lagu Mayumi Itsuwa, irama dugem, irama sunda by Doel Sumbang, Lagu Iwan Fals Beriringan silih berganti mengantarkan imajinasi untuk menulis perjalanan kami orang-orang kampung yang ingin mendobrak kelas. Warna-warni irama ini persis warna-warni perjalan hidup kami yang selalu berganti aliran dan nada.
Mulai dari yang slow meloh mencerminkan keheningan jiwa petani-petani tulen yang mengabdi hidup dengan bertani, tenang tampa riak dan gelombang, jiwanya damai tentram walau dicap kampungan, udik, tidak berpendidikan, terbelakang dan lain sebagainya.
Irama dugem mewakili irama hidup orang-orang tua yang meledak-ledak mencekoki anak-anaknya dengan cita-cita kaya raya, karena mereka tau betul betapa dugem nya hidup penuh kesulitan kurang sandang kurang pangan, tentu tak perlu kita bahas permasalahan papan.
Aku seperti anak kampungku lainnya hanya tau informasi tentang geliat kota berdasarkan informasi seliweran dari mulut ke mulut, serta televisi yang apapun acaranya sama dengan fiktif (Televisi adalah senjata imperialis barat). Pernah kawanku berkata Per kita ke kota kecamatan muara pinang, disana ada Bank. Kata kawanku, aku yakin kita bisa menemukan uang Rp.25, Rp. 50 sampai Rp.100 sebab logika kawanku yang kecil, mungil dan selalu dibuat kerdil yakin uang akan berserakan dipinggiran bangunan bank, hahuw ha begini imajinasi konsumtif pertama cikal-bakal hedonisme, lantaran kelamaan susah, kelamaan menahan diri dari rasa ingin memiliki sebuah Balon berlatar belakang Super Boys.
Uh hu uh Sesak betul dada ini penuh sesak emosional bercampur tawa geli karena sudah kehabisan stok sedih. Sulit sekali menemukan padanan kata untuk peristiwa emosional yang masih membekas selama 30 tahun lamanya
Uh hu uh Sesak betul dada ini penuh sesak emosional bercampur tawa geli karena sudah kehabisan stok sedih. Sulit sekali menemukan padanan kata untuk peristiwa emosional yang masih membekas selama 30 tahun lamanya
Be continue..................
Selasa, 21 Juni 2011
Menanggapi Hiruk Pikuk Dunia
Hiruk-pikuk Dunia, Berseliweran, melaju, menurun, stag, mendaki, down, over up, over confidence, Luka, Penghianatan, Hopeless, Tak berdaya, Ketakutan terhadap rasa lapar, Intimidasi dari kekuatan lain, pembunuhan pola pikir, Kedengkian, Kejahatan Hati, penaklukan diri.
Hidup ini adalah visi dan menuruti kata hati, bukan menyerahkan diri kepada sesuatu yang berlaku umum tetapi tidak benar. seharusnya semua itu adalah pembesar bagi kualitas hidup kita menuju kemenagan gilang-gemilang, karena itulah nilai dari suksesi hidup dan jawaban pertanyaan kenapa kita musti di ciptakan, karena hidup adalah adu strategi demi mempertahankan Pemahaman, Pemahaman sebagai Individualiser, kolektifiser, Idealis atau naturalis, dan atau bukan keduanya, setelah Proses Pemahaman yang hebat menuju manusia berbobot hebat, bagai kan mesin bagi Pahamnya.
hidup ini kadang harus menukik di turunan sempit, survival di sudut kecil, melaju di jalan berbatu, mendaki di jalan terjal, tapi percayalah ini sangat indah, itulah kenapa ALI RA berkata Mana, Mana Lagi Tantangan hidup ini Ya Rabb
Kejahatan terbesar adalah Pembunuhan Pola Pikir, luar biasa, ketika setiap rongga kepala isinya sampah, setiap ruang dada isinya kotoran, setiap desahan nafas adalah penggacungan diri terhadap sesuatu yang kita tidak tau, Mau Tetapi tidak tau, Tidak mau terhadap apa yang mereka tidak tau, Oh alangkah malangnya kondisi saat ini, kita terlahir oleh gilasan zaman, korban dari kepengecutan terhadap rasa takut, kita semua bocah setengah edan yang bernilai desingan angin,
Tak Lebih dari ikan kaleng santapan orang lain.
Minggu, 22 Mei 2011
Pesan Untuk Peserta
Tetap lah berlaku adil, jangan mengambil hak orang lain, jangan pernah menyakiti hati orang lain, jangan pernah curang ataupun menipu, karena dalam kesahajaaan inilah kita temukan bahagia.
Mungkin ada yang bertanya akan susah kita apabila berlaku seperti itu akan di perlakukan tidak adil, akan dirampok hak-hak kita, akan tertindas dan tertipu.
Saya Pernah membuktikannya tidak ada satu orang pun bisa lolos tanpa konsekuensi apabila telah memakan hak-hak peserta, menipu peserta, bayarannya kontan, menyakiti hati peserta, bukan kita hendak mendoakan saudara kita yang tidak adil.
Tapi dititik konsetrasi puncak kita merasa tersakiti dan diberlakukan tidak adil, konsekuensi itu terbayar kontan.Ini bukan Setengah Ilmu Ghaib apalagi Ghaib beneran, ini adalah pasti alam hasil dari sikronisasi senandung harapan, tentu harus berdimensi benar.
Seorang kaya yang menuduh saya menipu, sampai hari ini tidak bisa menemukan pola hidup yang jelas, seorang yang mengambil hak penjualan saya, sampai hari ini juga tidak menemukan polah bisnis yang benar.
Dulu TP saya pernah bilang, hati-hati jangan pernah merasa kecewa dan sakit hati terhadap orang lain, kasihan orangnya.
Saya baru mengerti ucapan TP saya akhir-akhir ini.
Senin, 16 Mei 2011
Kamis, 14 April 2011
Kenyataan Hidup Di Tinjau Dari Cara Memenuhi Kebutuhan
Desakan, Himpitan, Persaingan, adalah kata yang acap kali kita dengar dalam hal-ikhwal pencapaian kebutuhan hidup. Secara singkat kita defenitiv kan sebagai uang.
Kebutuhan akan uang telah mendesak kita, menyudutkan kita, membawa kita kepada pilihan-pilihan luar biasa sulit, pahit, perih, prustasi lebih konyol lagi lari ke meditasi tempat-tempat sepi lari dari hiruk-pikuk dunia panah mendekati crazy. Menyiksa idealis kita yang tidak jelas.
Korban bulan-bulanan Perang fisik dua idiologis yang di kebiri paham yang merontokan.
Saya anda dan kalian kalap akan terjangan keinginan memenuhi kebutuhan perut, atas perut, bawah perut, kebutuhan gengsi atau kebutuhan jidat.
Kita dihadapkan pada pilihan terseret "ikut arus, lebur dalam hidangan pesta ala barat vs timur"atau tenggelam menjadi seolah-olah pecundang, terkucil dalam dunia yang kecil, tersingkir dari kehidupan dunia yang cuman sekali, terpojok di sudut gelap nan sempit, kotor dan bau kehidupan.
Saya ambil contoh yang mungkin kontroversi adalah peristiwa pesta pora Hari Raya : satu pihak ada yang berpesta-pora dengan baju baru, makan minuman melimpah lezatnya disisi lain ada mahluk-mahluk gagal dalam sudut pencapaian kebutuhan ekonomis yang piluh hatinya, sakit dan sangat ingin sama dengan yang berpesta suka ria,
Tapi apa daya mahluk ini harus terpojok berlinanggan air mata, menjadi tempat penebus dosa para pendosa yang berkorban sekilo daging atau berzakat beberapa kilo beras, sesuai dengan tuntunan Rasul konon kabarnya, Mereka tidak boleh lapar selama hari Raya, besok lusa terserah....
Tapi apa daya mahluk ini harus terpojok berlinanggan air mata, menjadi tempat penebus dosa para pendosa yang berkorban sekilo daging atau berzakat beberapa kilo beras, sesuai dengan tuntunan Rasul konon kabarnya, Mereka tidak boleh lapar selama hari Raya, besok lusa terserah....
Ini sesungguhnya pendorong sikap kalap, gregetan, kita ambil semuanya, sikat selagi bisa, toh bukan saya saja yang seperti ini, toh nanti bisa kita tebus..
Perbuatan merugikan orang lain yang telah menginfeksi seperti halnya virus, menerjang sebagian besar manusia, secara matteril dan inmatteril, meninggalkan borok bernanah, mewujud menjadi kusta kehidupan, menghasilkan manusia yang menangis menggeluarkan air mata darah, (air mata nya sudah kering .red). Darah dihisap Hati Di rebus, Jantung Dicabut, oleh siapa oleh Drakula Egoisme pribadi yang Mabuk Tanggapan, Berpandangan Sampah. Gara-gara Rusak Point of View ya jadi begini deh.
Seluruh sikap negatif itu celakanya lagi, bisa di tebus dengan "Cinta Satu Malam" Luar biasa sudut pandang saya yang sudah tergelincir terjun bebas, atau kita terlalu munafik untuk mengakui kalau itulah yang sedang akan lagi kita terjadi. Saya yang salah atau kita yang sudah miring. Kita sudah tergiring ke arah materialistis kontomporer nan sangat kentara.
Foot Note : dikeberi sama dengan hidup tapi tidak produktif, tidak bisa berkembang "biak"
Rabu, 26 Januari 2011
My driver
Nah ini nie kejadian yang ngak boleh terjadi, kita kehilangan CD motherboard PC, kalau udah begini repot deh pas mau nginstall ulang kita bakal keropatan untuk install ulang, cost Driver-drivernya udah pada lenyap.
Tapi agan-agan jangan Kuatir cost semua ada Softwarenya, silahkan di coba link ini
Tapi agan-agan jangan Kuatir cost semua ada Softwarenya, silahkan di coba link ini
Langganan:
Postingan (Atom)